Kamis, 27 September 2012

PEMBENIHAN IKAN GRASS CARP

I. PENDAHULUAN Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) berasal dari China bagian timur dan USSR didatangkan ke Indonesia pada tahun 1915 di Sumatera dan pada tahun 1949 didatangkan ke Jawa dengan tujuan untuk dibudidayakan. Ikan Grass Carp atau dikenal juga dengan nama ikan Koan merupakan ikan herbivora yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini pemakan tumbuhan air seperti Hydrilla sp, Salvinia, rumput-rumputan dan tumbuhan air lainnya, sehingga jenis ini dapat dipakai sebagai ikan pengendali gulma air baik di kolam maupun di perairan umum. II. BIOLOGI -Secara sistematis ikan Grass Carp termasuk dalam kelas Osteichthyes, ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae. -Ikan Grass Carp dapat mencapai ukuran maksimal : panjang 120 cm dan bobot tubuh 20 kg. -Ciri-ciri fisik ikan ini adalah warna abu-abu gelap kekuningan dengan campuran perak kemilau, badan memanjang, kepala lebar dengan moncong bulai pendek, gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir. -Induk Grass Carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg, pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan. III. PEMBENIHAN A. Pemeliharaan Induk Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,2 s/d 0,3 kg/m2 setiap hari selain diberi pakan tumbuhan air atau rumput-rumputan juga diberi pakan buatan berupa pellet sebanyak 3% dari berat total populasi dengan frekuensi pemberian sebanyak tiga kali per hari. Tanda tanda induk matang gonad : -Betina : Perut bagian bawah membesar bila ditekan terasa lembek, lubang kelamin kemerahan dan agak menyembul keluar serta gerakan relatif lamban. -Jantan : Dibandingkan dengan betina sirip dada bagian atas lebih kasar dan bila bagian perut diurut ke arah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih. B. Pemijahan Cara pemijahan. ikan Grass Carp dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya : a. Induced breeding -Pemijahan secara “induced breeding” yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan donor atau menggunakan ovaprim. -Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 4 s/d 6 jam, apabila menggunakan kelenjar hipofisa 2 dosis tetapi bila menggunakan ovaprim dengan dosis 0,5 ml/kg. Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian. -Induk jantan disuntik sekali bila menggunakan kelenjar hipofisa 1 dosis, bila menggunakan ovaprim 0,15 cc/kg dan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan kedua pada induk betina. -Kedua induk ikan setelah disuntik dimasukkan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa, enam jam setelah penyuntikan pertama diperiksa kesiapan ovu/as/hya setiap satu jam sekali. -Ikan yang akan memijah biasanya dicirikan dengan saling kejac, perut besar dan lunak, keluar cairan kuning dari lubang kelamin atau lubang kelaminnya berwarna kemerah-merahan dan agak menyembul keluar. -Setelah tanda-tanda tersebut terlihat, induk jantan dan betina diangkat untuk dilakukan striping yaitu dengan mengurut bagian perut ke arah lubang kelamin. Telurnya ditampung dalam wadah/baki plastik dan pada saat bersamaan induk jantan disthping dan spermanya ditampung dalam wadah yang lain kemudian diencerkan dengan lamtan fisiologis (NaCI 0,9%) atau cairan infus Sodium Klonda. -Sperma yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam wadah telur secara perlahan-lahan serta diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih dan aduklah secara merata sehingga pembuahan dapat berlangsung dengan baik. Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran serta sisa sperma, tambahkan lagi air bersih kemudian airnya dibuang. Lakukan beberapa kali sampai bersih, setelah bersih telur dipindahkan ke dalam wadah yang lebih besar dan berisi air serta diberi aerasi, biarkan selama kurang lebih sa.tu jam sampai mengembang secara maksimal. b. Induced spawning -Pemijahan secara “induced spawning” perlakuannya sama seperti pada pemijahan induced breeding, hanya setelah induk jantan dan betina disuntik, dimasukkan ke dalam bak pemijahan dan dibiarkan sampai terjadi pemijahan secara alami. -Setelah memijah maka induk jantan dan betina dikeluarkan dari bak pemijahan dan telur yang sudah dibuahi ditampung dalam wadah yang berisi air serta diaerasi dan dibiarkan sampai mengembang secara maksimal. C. Penetasan Telur Penetasan dilakukan di dalam hapa corong berdiameter 40 cm dan tinggi 40 cm dengan mengalirkan air dari bawah sebagai aerasi dan untuk memutar air. Padat penebaran telur 10.000 butir/corong. Telur akan menetas dalam waktu ± 24 jam pada suhu 26 ° C. Selain di dalam hapa corong, penetasan juga dapat dilakukan di akuarium (40 X 60 X 40) cm yang dilengkapi aerasi. Padat penebaran telur 5.000 butir/akuarium pada suhu 27 s/d 29° C, telur akan menetas dalam waktu ± 20 jam. D. Pemeliharaan Larva Setelah menetas larva dipelihara pada corong yang sama, namun sebelumnya telur-telur yang tidak menetas dibuang dahulu. Lama pemeliharaan dalam corong empat hari. Apabila telur ditetaskan di dalam akuarium, setelah menetas larva bisa dipelihara pada akuarium yang sama namun sebelumnya telur yang tidak menetas dan % bagian airnya dibuang terlebih dahulu dan diisi dengan air yang baru. Larva yang sudah berumur empat hari diberi pakan alami berupa nauplii Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva selama 10 hari dan selama pemeliharaan air harus diganti setiap hari sebanyak 2/3 bagian. E. Pendederan a. Pendederan pertama -Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva yang meliputi : pengeringan, perbaikan, pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir. Kolam yang digunakan luasnya 500 s/d 1.000 m2. -Kolam kemudian dikapur dengan kapur tohor. Dosis pengapuran 50 s/d 100 gr/m2, caranya kapur tohor dilarutkan terlebih dahulu kemudian disebarkan secara merata ke seluruh pematang dan dasar kolam. -Pemupukan dengan menggunakan kotoran ayam. Dosis pemupukan 500 s/d 700 gr/m , kemudian diisi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari kolam disemprot menggunakan organophosphat 4 ppm. -Selang 4 s/d 6 hari setelah penyemprotan benih Grass Carp sudah dapat ditebar, sebaiknya pada pagi hari. Padat penebaran 300 s/d 400 ekor/m2. -Pemeliharaan di kolam pendederan pertama selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa pellet halus sebanyak 75 gr/1.000 ekor larva dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. b. Pendederan kedua -Persiapan kolam pada pendederan kedua dilakukan sama seperti pada pendederan pertama. -Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/m2. Larva setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 10% dari biomass dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. -Lama pemeliharaan pada pendederan kedua selama 28 hari. IV. PENYAKIT Penyakit yang sering menyerang benih Grass Carp adalah parasit, yaitu : Tfichodina, Gyrodactylus, Glosatella, Scypidia, Chillodonella, yang biasanya menyerang bagian permukaan tubuh dan insang. Cara mengatasinya dengan pemberian formalin 25 ppm.

Budidaya Ikan Manfish

Bisnis Ikan Hias merupakan bisnis yang cukup memberikan harapan, jika dibandingkan dengan ikan konsumsi pola pemeliharaan ikan hias dan pemberian pakan ikan hias relatif sama, tetapi ikan hias memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Meski permintaan ikan hias cenderung tidak sebesar permintaan ikan konsumsi tetapi masih cukup terbuka lebar. Salah satu ikan hias yang cukup memiliki prospek bisnis yang menjanjikan adalah Ikan Manfish atau Angle Fish selain ikan hias lain seperti Ikan Mas Koki, Ikan Koi dan lain -lain .Ikan Manfish disebut pula Angle Fish/ikan bidadari karena karena bentuk dan warnanya menarik serta gerakkannya yang tenang. Karena itulah penggemar ikan hias air tawar banyak menyukai ikan manfish. Untuk menekuni bisnis budidaya ikan manfish tidak diperlukan lahan yang luas , bahkan dapat dilakukan dalam aquarium atau paso dari tanah, sehingga tidak membutuhkan investasi yang besar untuk bisnis ini. Selain itu pemasaran ikan manfish cukup mudah karena banyak penggemar melalui toko-toko ikan hias dan pasar ikan hias. Bisnis Budidaya ikan manfish dapat dilakukan sebagai bisnis sampingan sebagai tambahan pemasukan keluarga ataupun bisnis dalam skala usaha kecil karena tidak memerlukan modal yang besar. Ada beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan berkembang di Indonesia antara lain adalah: Diamond (Berlian), Imperial, Marble dan Black-White. Ikan Manfish Diamond (Berlian)memiliki warna perak mengkilat sampai hijau keabuan. Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung. Ikan Manfish Imperial mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman. Ikan Manfish Marble memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal. Sedangkan Ikan manfish Black-White mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang, dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala. Pola Bisnis Ikan Manfish Bisnis ikan manfish ditujukan untuk pemenuhan permintaan ikan manfish dalam beberapa ukuran. Karena itu idealnya bisnis ikan manfish adalah melakukan pembibitan dan pembesaran hingga ukuran tertentu sesuai dengan permintaan pasar. Untuk melakukan pembibitan dan pemeliharaan ikan manfish sampai layak jual diperlukan perawatan yang baik. Perawatan yang baik meliputi perawatan kondisi air yang baik dan terebas dari zat-zat kimia berbahaya seperti amoniak dan lain-lain. Selain itu kondisi kolam harus cukup tersedia oksigen sebagai zat penting untuk ikan. Untuk menambahkan kandungan oksigen terlarut dalam air ditambahkan aerator. Untuk menyaring kotoran dalam kolam ikan manfish biasanya ditambahkan filter kolam yang menyaring kotoran fisik maupun kimia. Pemilihan Indukan Ikan Manfish Untuk mendapatkan ikan manfish yang berkualitas baik harus dimulai dengan pemilihan indukan yang baik pula baik induk ikan manfish jantan maupun betina. a. Induk yang baik untuk dipijahkan adalah yang telah berumur lebih dari 6 bulan, dengan panjang induk jantan + 7,5 cm dan induk betina + 5 cm. b. Untuk penentuan pasangan secara cermat, yaitu dengan cara menyiapkan induk-induk yang telah matang telur dalam satu bak (2 x 2) meter persegi dengan ketinggian air + 30 cm. Umumnya ikan manfish akan memilih pasangannya masing-masing. Hal ini dapat terlihat pada malam hari, ikan yang telah berpasangan akan memisahkan diri dari kelompoknya. Ikan yang telah berpasangan ini segera diangkat untuk dipijahkan. Cara Pemijahan Ikan Manfish a. Tempat pemijahan dapat berupa aquarium, bak atau paso dari tanah, diisi air yang telah diendapkan setinggi 30 – 60 cm b. Siapkan substrat dapat berupa daun pisang, seng plastik, kaca, keramik atau genteng dengan lebar + 10 cm dan panjang + 20 cm c. Substrat diletakkan secara miring atau terlentang d. Sebelum terjadi pemijahan, induk jantan akan membersihkan substrat dengan mulutnya e. Setelah terjadi pemijahan, telur akan menempel pada substrat. Untuk satu kali pemijahan telur dapt berjumlah 2.000 ~ 3.000 butir f. Selama pemijahan induk akan diberi makan kutu air dan cuk. Pemeliharaan Benih Ikan Manfish Setelah induk memijah, penetasan telur dapat segera dilakukan. Penetasan telur ada beberapa cara: a. Substrat yang telah ditempeli telur diangkat, untuk dipindahkan kedalam aquarium penetasan. Pada waktu mengangkat substrat diusahakan agar telur senantiasa terendam air, untuk itu dapat digunakan baskom atau wadah lain yang dimasukkan ke tempat pemijahan b. Cara kedua yaitu telur ditetaskan dalam tempat pemijahan. Setelah menetas (2 ~ 3 hari) benih yang masih menempel pada substrat dapat dipindahkan ke aquarium. Pemindahan benih dilakukan dengan cara yang sama Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan benih Ikan Manfish: a. Aquarium tempat menetaskan telur maupun pemeliharaan benih sebelumnya harus di persiapkan dahulu, yaitu dengan mengisi air yang telah diendapkan + 10 cm, kemudian bubuhkan methyline blue beberapa tetes, untuk mencegah kematian telur karena serangan jamur. Selanjutnya beri tambahan oksigen dengan menggunakan pompa udara. b. Telur dan benih yang masih menempel pada substrat tidak perlu diberi makan c. Setelah lepas dari substrat (3 ~ 4 hari) dapat diberikan makanan berupa rotifera atau kutu air yang disaring, selama 5 ~ 7 hari. d. Selanjutnya benih diberi kutu air tanpa di saring e. Setelah seminggu diberi kutu air, benih muali dicoba diberi cacing rambut. Pembesaran Ikan Manfish Setelah proses pemijahan berjalan dengan baik langkah berikutnya adalah melakukan pembesaran ikan manfish. Pembesaran ikan manfish dapat dilakukan pada beberapa media kolam. Pembesaran dapat dilakukan dengan akuarium, bak semen, kolam terpal hingga kolam lumpur yang luas.Jika dipelihara pada kolam lumpur pakan alami akan lebih banyak tersedia sehingga pemberian makanan tambahan tidak begitu banyak. Jika dipelihara pada akuarium atau koman semen ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Setelah benih memakan cacing rambut, perlu dilakukan penjarangan di aquarium yang lebih besar 2. Pada 1,5 bulan dapat ditebar sebanyak + 1.000 ekor benih pada bak tembok berukuran (1,5 x 2) meter persegi dengan tinggi air 15 s.d. 20 cm 3. Selanjutnya penjarangan dilakukan 2 minggu sekali dengan membagi dua, sehingga tiap kolam diisi 100 ekor 4. Pada keadaan terbatas kepadatan lebih dari 100 ekor, asal ketinggian air ditambah serta diberi pompa udara 5. Pembersihan kotoran dilakukan setiap hari dengan menyiphon dan air sebagaimana semula, atau jika kolam/akuarium memiliki sistem filter yang baik tidak perlu melakukan pembersihan air, cukup menambahkan air jika mulai berkurang. Penggantian air sebagian bisa dilakukan seminggu sekali. (Galeriukm). Sumber: Dinas Perikanan, DKI Jakarta, Jakarta.

Minggu, 02 September 2012

IKAN KAKA TUA DARAH " / PARROT FISH

ikan betet Darah adalah saling kawin spesies yang berbeda cichlid dan mereka tidak terjadi di alam. Hal ini juga dikenal sebagai cichlid nuri dan ikan kakaktua berdarah. Mereka adalah unik dalam penampilan mereka. Darah ikan betet pertama kali dibuat di Taiwan oleh sexing Cichlids keturunan yang berbeda dan pertama kali dipasarkan pada tahun 1986. Mereka memiliki fitur anatomis yang berbeda. Mereka disebut ikan betet sebagai hidung mereka terlihat seperti paruh burung beo. Mereka memiliki tubuh balon berbentuk bulat dan mulut yang sangat kecil. Calico bercak berpola dalam tubuh mereka membuat mereka terlihat sangat cantik. Karena warna tubuh gelap merah mereka mereka dikenal sebagai ikan betet darah. Pergi melalui konten berikut untuk mengetahui lebih banyak tentang darah ikan betet. Tahu lebih banyak tentang berbagai jenis ikan. Darah Ikan Parrot Perawatan ikan betet darah dapat bertahan hidup dengan baik di tangki atau akuarium dalam kondisi yang sesuai. Tangki harus memiliki banyak tempat persembunyian, sehingga mereka mampu mengukir ceruk mereka. pot tanah liat Rocks, dan driftwoods dapat digunakan untuk membuat gua-gua dan tempat persembunyian. Mereka juga suka menggali di kerikil. Gunakan bahan lembut untuk substrat. Nuri ikan air tawar ini memerlukan tangki ikan minimal 35 galon dan ketika mereka tumbuh besar mereka membutuhkan 55 galon tank. Mereka tumbuh hingga 8-10 inci. Baca lebih lanjut tentang perawatan burung beo ikan. Darah burung beo ikan cichlid adalah spesies air tawar dan lembut. Mereka bertahan terbaik pada kisaran suhu 70C-80C dan pH 6,5-7. Cukup cahaya harus dipelihara di dalam tangki dan air harus diganti dua kali sebulan. Darah Ikan Parrot Kompatibilitas ikan betet darah lembut dan pemalu. Mereka yang kompatibel dengan keturunan yang tidak agresif dan perilaku serupa. Karena mereka pemalu, mereka sering tidak mampu bersaing untuk makanan di dalam akuarium. Mereka menyesuaikan dengan baik dengan damai seperti ikan lele, danios, angelfish, kucing tomtimtampannerdas, dolar perak, dan barbs. Dalam satu kata, darah burung kakatua perilaku ikan sangat layak. Telah diketahui bahwa telur burung beo darah ikan biasanya subur. Meskipun mereka kawin dan bertelur, telur mereka tidak menetas. Kadang-kadang persimpangan dengan ikan non-hibrida menyebabkan pemijahan berhasil. Telur-telur yang subur akan berubah putih dengan jamur dan kemudian orang tua mereka yang makan telur untuk menghindari penyebaran jamur di dalam tangki. Beberapa Parrot Darah Lebih Ikan Informasi Darah burung beo makanan ikan termasuk beku, beku kering, hidup, serpih dan makanan hancur. Brine udang dan cacing darah adalah makanan favorit mereka. Mereka tinggal lebih tenggelam makanan dari makanan mengambang di dalam tangki. Makanan kaya beta karoten dan membantu canthaxanthin untuk mempertahankan rona cerah. Baca lebih lanjut tentang info nuri ikan. penyakit bercak hitam adalah salah satu penyakit ikan betet darah yang paling umum. Mereka mendapatkan flek hitam di tubuh mereka karena habitat yang buruk dan kualitas air. Namun, terkadang kondisi ini menggambarkan suasana hati mereka pemijahan. Sebelum membeli, selalu pastikan bahwa ikan adalah penyakit gratis. warna burung beo cichlid Darah bervariasi dari merah, oranye, ungu dan warna ungu. Warna tergantung pada jenis spesies persilangan. Mereka juga bisa albino dicelup atau merah pucat. Karena mereka adalah hibrida, yang Cichlids burung beo juga ditemukan dalam warna hijau dan kuning. Salah satu yang paling populer adalah perkawinan antara cichlid midas (Cichlasoma citrinellum) dan cichlid si rambut merah (Cichliasoma synspilum). Ada variasi lain dari Cichlids dihasilkan oleh pengembangan silang antara pink narapidana cichlid dan burung nuri darah cichlid. Mereka memiliki warna ungu dan umumnya dikenal sebagai burung beo permen karet dan beo jellybean. keturunan darah Sedikit burung beo tidak memiliki sirip ekor dan dikenal sebagai burung beo cinta hati. ikan betet Darah merupakan varietas indah dan dapat dipelihara di rumah dalam tangki dan akuarium. Jika Anda tertarik untuk budidaya ikan, Anda bisa menyeberang varietas yang berbeda berkembang biak ikan kakaktua dan mendapatkan ikan berwarna pilihan Anda. Pemeliharaan Happy!

Kamis, 05 Juli 2012

Cardinalfish

Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) adalah cardinalfish tropis yang kecil ( familyApogonidae ) yang sangat populer dijadikan ornamental fish. Habitat Spesies ini hanya ada di Kepulauan Banggai, Indonesia. Spesies ini hidup pada jangkauan geografis yang sangat terbatas yaitu 5.500 km² dan dengan jumlah populasi yang sedikit yaitu sekitar 2,4 juta saja. Banggai cardinalfish merupakan populasi yang terisolasi dan terkonsentrasi di peraiaran dangkal pada 17 pulau besar dan 10 pulau kecil, Kepulauan Banggai. Sebagian kecil populasinya terdapat di Luwuk Sulawesi Tengah. Tambahan populasi berasal dari Selat Lembeh (Sulawesi Utara), sekitar 400 Km sebelah utara dari habitat asli (berdasarkan laporan dari nelayan yang perdagangkannya tahun 2000). Deskripsi Spesies ini tumbuh dengan panjang maksimal 8 cm memiliki corak khusus yang kontras antara warna hitam dan garis terang warna putih. Perbedaan yang spesifik yang membedakan dengan cardinalfish lainnya adalah pada sirip dorsal yang pertama memiliki kuncir, sirip anal dan sirip dorsal yang kedua menjulur ke belakang, sirip caudal bercabang dua (cabangnya sangat dalam), memiliki corak warna yang terdiri dari 3 buah garis hitam pada kepala dan badan, warna hitamnya menyolok di tepi bagian awal sirip anal dan kedua sirip dorsal.Yang membedakan Banggai cardinalfish jantan dan betina adalah rongga mulut jantan lebih besar dan itu hanya terlihat mereka pada saat mengerami telurnya. Ekologi Banggai cardinalfish merupakan satu-satunya wakil dari family yang diurnal. Ikan demersal laut tropis yang membentuk grup yang stabil dengan beranggotakan 9 individu pada perairan dangkal (pada umumnya kedalaman 1,5-2,5 meter). Spesies ini mendiami perairan dangkal dengan berbagai habitat termasuk terumbu karang, padang lamun, dan daerah terbuka bersubstrat pasir dan rubble, pada umumnya pada daerah yang tenang yang terlindungi oleh pulau-pulau yang besar. Spesies ini sering ditemukan berasosiasi dengan lamun yaitu Enhalus acoroides dan bulu babi Diadema setosum. Hai ini terjadi pada berbagai substrat bentik seperti bulu babi, anemon laut, dan coral branching ; ikan muda sering paling berasosiasi dengan anemon laut, setelah remaja dan dewasa berasosiasi dengan bulu babi dan coral branching, bintang lau, hidrozoa, dan akar penopang mangrove.
Ikan ini termasuk spesies pemakan oportunistik sepanjang hari, tidak seperti spessies-spesies lain dari family yang sama. Komposisi dietnya sama dengan ukuran kelas termasuk plankton dan organisme bentik. Copepoda merupakan makanan utama mereka. Copepoda juga menjadi sumber makanan penting untuk berbagai spesies seperti lionfish (Pterois), Epinephelus merra, crocodilefish (Cymbacephalus beauforti), moray eel (Echidna nebulosa),stonefish (Synanceia horrida), dan ular laut Laticouda Colubrina. Banggai cardinalfish adalah paternal mouthbrooder (induk jantan yang mengerami telur). Induk betina berperan dalam masa pembentukan dan formasi pasangan, yang terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum ikan bertelur. Pasangan bertelur beberapa meter dari kelompok utama dan mempertahankan wilayah teritorial mereka. Ukuran telur Banggai cardinalfish memiliki diameter 2,5 mm. Ikan ini memilki masa hidup yang pendek (lebih kurang 4 tahun pada daerah dengan kondisi ideal; 2 tahun di daerah yang liar), dan jumlah telur yang sedikit (50-90 buti)r walaupun memiliki potensi bertelur beberapa kali pertahun (setelah usianya di atas 10 bulan).

Ikan Hias Severum

Ikan hias severum ( Cichlosoma ) merupakan ikan hias yang berasal dari perairan Amerika serikat. Ciri khas ikan hias severum adalah tibuhnya yang pendek, gepeng dan gemuk. Warna ikan severum berfariasi antara hitam keciklatan dan coklat kekuningan. Ikan hias severum juga sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Ikan severum dapat di budidayakan didalam aquarium atau bak semen. Ikan hias severum memerlukan kualitas air dengan PH 5,5 – 7 , dan temperature air 21 – 25 derajat celcius. Ikan hias severum yang sudah berumur satu tahun dengan ukuran 12 – 15 cm sudah dapat dikembang biakkan. Induk jantan ukurannya lebih besar daripada induk betina. Makannan ikan severum adalah cukl, kutu air, cacing sutra dan lain-lain.

Ikan Baronang

Baronang (Siganus Sp.)adalah ikan laut yang termasuk famili Siginidae. Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Seribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Baronang ditemukan di perairan dangkal laguna di Indo-Pasifik dan timur Mediterania. ikan ini dalam bahasa inggris disebut rabbitfish hal ini karena pemakan tumbuh-tumbuhan (rumput laut) yang rapi seperti dipangkas mesin rumput kecil. Baronang merupakan salah satu ikan yang menjadi favorit bagi para pemancing di laut. Ciri-ciri
Ikan baronang termasuk herbivora , panjang tubuh ikan baronang dewasa mencapai 20-45 cm, tubuhnya membujur dan memipih lateral, dilindungi oleh sisik-sisik yang kecil, mulut kecil posisinya terminal. Rahangnya dilengkapi dengan gigi-gigi kecil. Punggungnya dilengkapi oleh sebuah duri yang tajam mengarah ke depan antara neural pertama dan biasanya tertanam di bawah kulit. Duri-duri ini dilengkapi dengan kelenjar bisa/racun pada ujungnya. Racun hewan ini tidak mematikan hidup manusia dewasa, tapi dapat menyebabkan sakit parah. meskipun duri ikan baronang beracun tetapi daging hewan ini aman untuk dikonsumsi.
Spesies yang dikenal Di Indonesia secara umum dikenal Baronang susu (Siganus canaliculatus), baronang tompel (Siganus guttatus) dan baronang angin (Siganus javus), dari ketiga jenis itu yang paling banyak ditemui adalah baronang susu. Selain itu terdapat baronang lada (Siganus stellatus), baronang batik (Siganus vermiculatus), baronang kalung (Siganus virgatus), baronang kunyit dll namun, lantaran populasinya sudah langka, jenis-jenis yang terakhir ini jarang ditemui.

Budidaya Ikan Hias : Niasa (Yellow Auratus)

Niasa (Yellow Auratus) Syarat hidup dan asal dari niasa (Melanochromis auratus) ini sama dengan venustus. Tubuh jantan berwarna selangseling kuning dengan garis horisontal hitam sangat cemerlang, sedangkan betina berwarna agak biru dan sedikit pucat. Ikan ini memerlukan air yang alkali (pH lebih dari 7) dan cukup keras (sekitar 12° dH). Ikan dewasa sebenarnya sangat mempertahankan daerahnya sehingga perlu adanya tanaman air atau bebatuan yang cukup sebagai shelter. Namun, pemeliharaan di kolam tanpa shelter pun tidak bermasalah. Selain itu, karena sifatnya mouthbreeder maka tanpa sarang pun pemijahan masih tetap berjalan dengan baik. Pemijahan masal dilakukan dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Proses berpijah dan cara pengambilan telur ikan ini sama dengan pada venustus. Masa inkubasi telur dalam akuarium sekitar dua hari. Larva dapat berenang sesudah 6-7 hari. Untuk pakan larva dapat diberi kutu air, artemia, atau cacing sutera yang dicincang. Sementara induknya diberi udang kecil atau rebon untuk memperbaiki kualitas telur. Untuk ikan dewasa dapat diberi pakan berupa cacing sutera. Niasa sangat kuat dan toleran terhadap kualitas air sehingga penggantian air sekitar 3-4 hari sekali sebanyak separonya sudah cukup baik. Demikian pula ketinggian air kolamnya, walaupun ikannya cukup besar, namun air dangkal sekitar 15-20 cm tidak akan menjadi masalah dalam pemeliharaan. Ikan tetap dapat hidup dan tumbuh baik asalkan wadah pemeliharaannya diberi naungan.

Budidaya Ikan Hias : Buenos Aires Tetra (Hemigramus caudovitatus)

Buenos Aires Tetra (Hemigramus caudovitatus) yang berasal dari Brazil ini bersifat omnivora dan agresif. Ukurannya dapat mencapai 10 cm. Ikan ini menyukai air bersuhu optimal sekitar 24-27° C; pH sekitar 6,5-7,0; dan kekerasan air sekitar 6-8° dH. Tubuhnya berwarna keperakan dengan bagian bawah perut merah. Mulai dari 3/4 tubuhnya dan melalui tengah ke bagian ekor terdapat garis. Di pangkal ekor pun terdapat garis tebal vertikal warna hitam dan dikelilingi bintik atau totol kuning. Jantannya lebih kecil dan langsing dibanding betina. Oleh karena bersifat agresif, ikan ini tidak boleh dicampur dengan ikan lain yang bertemperamen tenang, Pemijahannya hampir sama dengan jenis tetra lain, hanya saja perlu tanaman air yang lebat untuk mengantisipasi sifat agresifnya. Telurnya bisa dimakan bila tidak segera diambil. Bisa juga induknya yang dipindahkan, sedangkan telurnya dibiarkan hingga menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24-32 jam. Dua hari kemudian, larvanya sudah bisa berenang. Setelah bisa berenang, larva dapat diberi pakan pertama berupa kutu air saring. Empat hari kemudian, pakannya dapat diganti dengan kutu air berukuran besar. Pakan untuk pembesaran berupa cacing sutera atau pelet halus. Umur 3 bulan atau berukuran 2,5 cm sudah bisa dijual.

Lionfish, kecantikan yang merepotkan?

Lionfish (Pterois.spp), adalah salah satu ikan karang yang tergolong kharismatik. Dengan sirip dan duri-durinya yang anggun, banyak penyelam yang menjadikannya sebagai objek andalan, baik untuk di foto maupun sekedar melihat. Namun, saat ini di Karibia, Lionfish telah menjadi masalah serius, karena keberadaannya telah mengakibatkan tingkat survival dari ikan karang lainnya menurun hingga 80%. Tekanan yang besar terhadap terumbu di karibia menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekologi. Sedimentasi, polusi hingga overfishing telah menjadi isu serius sejak beberapa tahun terakhir. Lionfish yang merupakan karnivora, telah mendominasi rantai makanan pada terumbu disana. Penelitian di lokasi menunjukkan bahwa hanya dalam 5 minggu, lionfish mampu menurunkan hingga 75% populasi juvenik ikan muda. Jenis-jenis yang paling terpangaruh ialah Cardinalfish, parrotfish, damsel. Masalah menjadi semakin parah, karena sebagian besar jenis yang terpengaruh/ hilang dari terumbu ialah ikan-ikan herbivor, yang mengontrol keberadaan alga di terumbu. Alga berkompetisi dengan karang untuk mendapatkan ruang/substrat. Menurunnya pemangsa alga yang berkombinasi dengan tingkat run off serta sedimentasi dari darat, menjadi ancaman terhadap eksistensi terumbu di Karibia. Lalu, apakah tidak ada solusi bagi masalah lionfish ini ?, menurut para peneliti, predator alami dari lionfish adalah kerapu/grouper. Sayangnya, populasi kerapu telah mengalami overfishing berat, sehingga harapannya hanya pada pola kanibalisme yang berlaku pada lionfish. cara lain adalah mengintroduksi pemangsa bagi lionfish ke daerah terumbu. Penelitian lanjutan masih terus dilakukan sejauh ini. Salah satu catatan penting mengenai lionfish di Karibia ialah, ternyata ikan ini bukan asli ikan di terumbu Karibia, melainkan dibawa oleh pencinta akuarium lokal atau para fish hobbist. Ikan ini berasal dari daerah Indian dan Tropical Pacific Ocean. “These are pretty scary fish, and they aren’t timid. They will swim right up to a diver in their feeding posture, looking like they’re ready to eat. That can be a little spooky.” kata Mark Hixon, ahli zoologi yang meneliti di Karibia. Keindahan yang merepotkan memang….

Ikan Hias Blue Eyes

Ikan Hias Blue Eyes matanya bisa memantulkan cahaya. Ikan hias Blue Eyes yang dalam bahasa lain banyak sebutannya , yaitu Rainbow pseudomogil, Blauer Leuchtaugenfisch (Jerman), Normans lampeøje(Denmark), Norman's lampeye (USA), Hapsutähtisilmä/Rihmatähtisilmä (Finlandia), Lampeye Killifish , yang kemudian lebih terkenal dgn sebutan blue eyes dalam bahasa inggris , adalah sejenis ikan air tawar yang banyak digemari oleh pencinta ikan akuarium air tawar. Ikan si mata biru ini adalah spesies kecil yang pada pandangan pertama mungkin tidak akan menjadi calon ikan yang berharga di akuarium Anda, kecuali anda bisa membuatnya bisa tampil memukau. Anda bisa mnempatkan mereka kedalam sebuah tempat dengan pencahayaan yang baik, dan Anda akan segera melihat mengapa mereka sangat populer dan banyak digemari. Sesuai dengan namanya, mata para blue eyes akan bersinar dan pendar cahaya tubuh mereka akan muncul. Waktu saat Tampilan Biru terbaik Ikan hias Blue eyes adalah termasuk "ikan kelompok/bergerombol" (Schooling) sehingga mereka akan mampu memberikan penampilan maksimal jika Anda memiliki 4 ekor atau lebih. Seperti halnya "ikan kelompok" lainnya , semakin banyak ikan ini anda tempatkan dalam satu tempat(misal akuarium), maka akan terlihat gerombolan titik yang bersinar dengan keindahan pemandangan yang menakjubkan. Sangat mudah untuk dimengerti mengapa blue eyes dalam genus Aplocheilichthys disebut lampeyes (mata lampu). Banyak dari spesies-spesies ini tidak menampilkan banyak warna kecuali dalam mata mereka, yang akan bersinar cerah di bawah pencahayaan yang baik. Banyak penggemar ikan blue eyes ini yang mengatakan ikan ini akan sangat indah menampilkan nuasa biru pada matanya saat pagi hari.

Senin, 11 Juni 2012

10 ikan sejarah yang masih ada sampai saat ini

Tidak semua ikan yang berasal dari jaman prasejarah itu punah, tapi masih ada juga yang masih hidup dan bisa dilihat sampai sekarang. Hal itu mungkin dipengarhui oleh kemampuan ikan tersebut beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ekstrem. Sselain itu juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mencari mangsa dan bertahan hidup dari serangan predator lainnya. Nah berikut ini adalah ikan-ikan pra sejarah yang masih hidup sampai sekarang. 1. Hagfish Menurut catatan fosil, hag telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, yang berarti mereka sudah tua ketika dinosaurus mengambil alih dunia! Ditemukan di dalam perairan, binatang ini kadang-kadang disebut belut lendir, tetapi sebenarnya mereka bukan familia belut, dan bahkan mereka mungkin bukan ikan sama sekali. Menurut beberapa ilmuwan, mereka adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, mereka memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan mereka memiliki dua otak. Hampir buta, mereka makan di malam hari pada bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut . Mereka menggunakan lendir mereka yang dapat menghasilkan zat Slimey untuk merusak insang ikan predator; dari situlah, mereka hampir tidak memiliki musuh alami. 2. Lancetfish Lancetfish atau Ikan pisau (dalam bhs Indonesua) memiliki penampilan jelas “sangat prasejarah”, gigi di rahang dan layar di punggungnya yang sangat tajam, mengingatkan kepada beberapa dinosaurus (walaupun, di lancetfish layar ini benar-benar sebuah sirip punggung diperbesar) . Bahkan nama ilmiahnya terdengar dinosaurian (Alepisaurus ferox). Dengan panjang yang mencapai dua meter (6 ‘6 “), predator ini dapat ditemukan di semua samudra kecuali di daerah kutub; sangat rakus, mereka memakan ikan kecil dan cumi-cumi, mereka kadang-kadang juga memakan sesama komunitasnya. 3. Arowana Menurut kelompok kuno Osteoglossids, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Saat ini, mereka bisa ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arowana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 ‘6 “) ke udara) . Di Cina, arowana terkenal sebagai “Ikan Naga” karena penampilan mereka, dan mereka dianggap Pembawa keberuntungan/Nasib Baik. 4. Frilled Shark Ini ada Predator laut dalam, salah satu hiu hidup yang paling primitif hiu hidup saat ini, Mereka adalah peninggalan dari periode Cretaceous, ketika dinosaurus menguasai Bumi. Jarang terlihat dalam keadaan hidup, dan hanya baru-baru ini difilmkan untuk pertama kali, hiu berjumbai ini dapat tumbuh hingga 2 meter (6 ‘6 “) (dengan betina yang lebih besar dari jantan) dan mereka tinggal di perairan dalam, sebagian besar makanan mereka adalah cumi-cumi. Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan faktanya mengungkapkan, Hiu ini menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia. Hanya saat mati atau sekarat spesimen ini dapat terlihat dan dicatat oleh nelayan atau ilmuwan. 5. Sturgeon Ikan ini sudah ada di awal zaman Jurassic, sturgeon sudah dikenal sebagai salah satu sumber utama kaviar (yang terbuat dari telur atau telur massa); karena penangkapan yang berlebihan, ikan lapis baja nan megah ini sangat terancam populasinya saat ini. Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter (19 ‘7 “) , sama besar dengan hiu putih besar yang paling, mereka memberi makan pada binatang kecil dari dasar laut dan tidak menimbulkan bahaya bagi manusia, kecuali diprovokasi (meskipun mereka begitu besar, mereka tidak mengancam manusia, malah diburu dan disakiti, dan bahkan dibunuh oleh orang-orang yg tidak bertanggung Jawab!) 6. Arapaima Mereka adalah kerabat dekat untuk arwana (lihat # 8), Arapaima Amazon terkadang dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, mereka bisa tumbuh sampai dengan 4,5 meter (14 ‘8 “) panjangnya, tetapi saat ini, ikan besar seperti ini jarang ditemukan dan paling arapaima dewasa yang rata-rata panjangnya 2 meter (6′ 6″). Predator yang bergerak lamban ini memangsa ikan-ikan kecil, krustasea dan semua hewan kecil yang bisa masuk dalam mulut mereka. Satu yang menarik dari ikan ini adalah bahwa mereka perlu bernafas ke udara, seperti cetacea, agar bertahan hidup. Arapaima tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan mereka sering diburu untuk daging mereka, sayangnya, mereka sangat langka saat ini. Arapaima yang muncul dalam periode Miosen, memiliki banyak keluarga tua, Osteoglossidae, dan karena itu asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke usia dinosaurus. 7. Sawfish Hewan ini adalah korban dari periode Cretaceous, dan dapat ditemukan baik di laut atau di sungai dan anak sungai, dan telah ditemukan hingga 100 km pedalaman. Dengan panjang Hingga 7 meter (23 ‘), “Gergaji” mereka merupakan senjata dan organ sensorik, ditutupi pada elektro-sensitif pori-pori yang memungkinkan untuk merasakan mangsa walaupun penglihatan yang amat sulit sekalipun. Meskipun biasanya baik, ikan hiu todak bisa menjadi sangat berbahaya jika diprovokasi. Berdasarkan sebuah fosil yang luar biasa, kita tahu bahwa raksasa ikan hiu todak prasejarah ini mungkin menjadi makanan pokok untuk dinosaurus karnivora terbesar, Spinosaurus, sebagian tulang belakang dari ikan itu ditemukan terjebak di antara gigi dinosaurus itu. 8. Alligator Gar Predator hebat bersisik tebal ini ditemukan di AS selatan, utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara (meskipun kadang-kadang mengembara ke laut). Mereka dapat tumbuh hingga 4 meter (13 ‘) panjang dan berat sampai 200 kg (£ 440). Gars Gator demikianlah mereka dijuluki, karena penampilan mereka seperti reptil dengan rahang panjang, bersenjatakan dengan dua baris gigi tajam. Mereka adalah predator rakus yang menyergap langsung dan telah terkenal sebagai Penggigit manusia unggul, tetapi tidak dikonfirmasi catatan yang menyebabkan kematian karena Gars Gator sampai saat ini. Gars adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup hari ini, asal mereka dapat ditelusuri kembali ke masa Cretaceous. 9. Polypterus Senegalus Ikan Afrika ini sering disebut belut dinosaurus, karena penampilan mereka menyerupai reptil dengan sirip punggung bergerigi, mengingatkan pada beberapa dinosaurus yang pungunggnya berduri. Tetapi mereka tidak termasuk familia belut, mereka adalah anggota Familia bichir. Mereka sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis, belut dinosaurus ini sering kali keluar dari tangki ikan (Akuarium) mereka . Mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah, yang memungkinkan mereka untuk mengembara jauh dari tangki (Akuarium) mereka. 10. Coelacanth Coelacanth adalah yang paling terkenal dari semua “fosil hidup” dan pantas menjadi no. 1 dalam daftar ini, karena ini adalah contoh terbaik dari takson Lazarus, ini adalah hewan yang seharusnya sudah lama punah. Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, diteliti lebih banyak spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar,dengan panjang mencapai 2 meter (6 ‘6 “), mereka memakan ikan yang lebih kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di dalam, perairan gelap. Meskipun jarang ditangkap dan dikonsumsi karena rasanya yang mengerikan, raja ikan laut ini sangat terancam populasinya.

Minggu, 10 Juni 2012

Ikan Sili

Namanya pendek: sili. Namun, Macrognathus armatus itu cukup tenar di jagad maya ikan hias negeri Barrack Obama. Ikan pipih panjang bermotif batik zigzag itu laku keras sebagai pengisi akuarium air tawar. Di dunia maya harga ikan sepanjang 9 cm itu mencapai $16,49 setara Rp164.000/ekor. Nun di Purwokerto, Jawa Tengah, sebagaimana ditulis oleh trubus-online.co.id, sili jenis Macrognathus aculeautus bernasib berbeda. Ikan bermotif batik dengan lingkaran di punggung itu sekadar ikan konsumsi. Rasa dagingnya tidak kalah dengan nila. Padahal, aculeatus yang dijual Rp15.000/ekor untuk panjang 25 cm itu memiliki potensi sebagai ikan hias. Sili termasuk ikan sungai yang banyak dijumpai di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Karena bentuknya panjang seperti belut dan berduri, anggota dari famili Mastacembelidae itu populer disebut spiny eel alias belut berduri. Hasil penelitian Fishbase – lembaga pusat informasi ikan dalam naungan organisasi pangan dunia (FAO) – menunjukkan terdapat 83 spesies sili di dunia. Dari jumlah itu 15 jenis di antaranya hidup di sungai tawar di Asia, termasuk 10 jenis di tanahair, seperti Macrognathus aculeatus, M. maculatus, dan Mastacembelus unicolor – ketiganya ada di Jawa. Ikan hias Dua dari tiga suku famili Mastacembelidae, yaitu Macrognathus dan Mastacembelus terdapat di Indonesia. Hanya suku Sinobdella yang tidak ditemukan di Indonesia. Macrognathus dan Mastacembelus sepintas sama, perbedaannya terletak pada jumlah spina – duri – di punggung. Macrognathus memiliki 31 duri, Mastacembelus 33 duri. Keduanya mempunyai sosok tubuh menarik. Bentuknya ramping seperti sabuk dengan balutan warna di sekujur tubuh. Di Amerika Serikat dan negara Uni Eropa mereka mengisi akuarium-akuarium di ruang tamu. Yang tak kalah menarik Mastacembelus erythrotaenia. Sebagai ikan hias, tubuhnya yang pipih dengan motif batik hitam, merah, serta strip kuning terlihat sempurna. Keindahan tubuhnya kian kentara saat ditaruh pada akuarium minim cahaya. Semburat merah dan kuning terpancar dari tubuhnya yang mencapai panjang 55 cm itu bak kilatan api. Oleh karena itu, julukan belut berduri api melekat pada Mastacembelus. Sili lainnya Macrognathus zebrinus, memiliki sisik bermotif batik bak zebra. Sedangkan Mastacembelus unicolor, bermotif lurik bagai selembar tenunan kain batik, dan Macrognathus siamensis bermotif menyerupai merak jantan yang tengah mengembangkan ekor. Itulah sebabnya siamensis dijuluki peacock eel alis belut merak. Terancam punah Sejatinya dari ketiga spesies sili yang ada di Jawa belum masuk daftar Red List (spesies yang terancam keberadaannya, red) yang dikeluarkan oleh lembaga konservasi alam dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2010. Namun, hasil penelitian yang dilakukan sejak 2000 di sungai-sungai di Jawa Tengah, populasi tilan – sebutan sili di Sumatera – berada di ujung tanduk. Penelitian yang dilakukan di Sungai Serayu, Klawing, Banjaran, Mengaji, dan Logawa – semuanya di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga Jawa Tengah – tak satu pun dari lokasi itu bisa ditemukan lebih dari 10 ikan. Rata-rata 3 – 4 ekor di setiap tempat dengan jantan lebih dominan. Lebih tragis lagi Macrognathus maculatus, hanya ditemukan 1 ekor di hilir Sungai Serayu. Cemaran pestisida, herbisida, dan pemakaian pupuk berlebih ke sungai menjadi penyebab terancamnya habitat alami sili. Belum lagi, limbah rumahtangga yang dibuang ke sungai, menjadi sumber pencemaran. Dan yang tak kalah penting: rusaknya tepian dan dasar sungai akibat aktivitas penambangan pasir dan batu. Di sepanjang Sungai Serayu, Logawa, dan Klawing truk pengangkut pasir dan batu lazim ditemui hilir-mudik. Pasir yang diambil dari sungai dapat merusak habitat sili yang menyukai kondisi dasar sungai berlumpur, pasir, serta kaya serasah daun. Lewat penelitian ekologi diharapkan populasi sili meningkat dan memperkaya pilihan hobiis ikan hias. (Dr rer. nat W. Lestari, MSc dan Drs Sugiharto MSi, staf pengajar Laboratorium Ekologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)

Jumat, 25 Mei 2012

Ikan Reedfish (Erpetoichthys calabaricus)

Reedfish (Erpetoichthys calabaricus) dikenal juga dengan nama Ropefish dan Snakefish merupakan ikan air tawar dari keluarga Bichir yang berhabitat asli di Afrika Barat terutama di Nigeria sampai Kongo. Lingkungan hidup Reedfish adalah sungai berlumpur atau keruh. Reedfish mempunyai penampilan fisik yang menyerupai ular dengan warna kehijuan pada permukaan punggung dan kekuningan pada permukaan perut. Selain itu, Reedfish mempunyai lubang hidung pada tentakel yang menonjol keluar dari kepalanya. Reedfish dapat mencapai panjang tubuh maksimum 90 cm, namun di aquarium hanya sekitar 40 cm.
Seperti umumnya bichir, ikan ini mempunya beberapa sirip di sepanjang punggungnya. Reedfish hidup pada daerah tropis dengan suhu 22 – 280C dan pH 6 – 8. Reedfish bergerak seperti ular saat berada di dasar perairan, namun dia juga dapat melesat cepat saat di level tengah. Reedfish merupakan omnivora yang cenderung predator yang dapat memakan ikan kecil, udang, cacing tanah dan terkadang memakan organisme mati juga alga. Ikan ini mempunyai cara unik dalam menangkap mangsa, Reedfish dapat merasakan signal listrik dari insang ikan atau crustacea lain dan menggunakan elektroreceptor (terdapat pada lubang hidung) untuk menangkap mereka. Reedfish mempunyai kemampuan bernafas dengan mengambil oksigen langsung dari udara selain bernafas dengan insangnya, hal ini dilakukan dengan cara menelan udara di permukaan air. Karena kemampuan bernafasnya, Reedfish dapat hidup tanpa air sampai delapan jam asal kulitnya dijaga tetap lembab. Breeding di aquarium belum pernah dilaporkan, namun diketahui bahwa Reedfish melakukan pembuahan secara eksternal. Ikan Reedfish jantan mempunyai sirip anal yang lebih panjang dibanding betina. Perawatan di aquarium, ikan ini tidak agresif dengan jenisnya sehingga dapat dirawat dalam kelompok. Selain itu, pemberian tutup pada aquarium sangat diperlukan karena Reedfish bisa melompat keluar aquarium. Reedfish bersifat nocturnal sehingga perlu banyak tempat bersembunyi seperti akar dan batu.

Ikan Hias Ornate Bichir

Ornate Bichir (Polypterus ornatapinnis), Ikan Purba Bertutul dari Afrika
Ornate Bichir (Polypterus ornatapinnis) dianggap sebagai ikan keluarga bichir yang paling attraktif. Ikan berfisik unik ini mempunyai penampilan yang khas binatang purba. Selain itu ornate bichir merupakan salah satu ikan terbesar dalam family Polypteridae. Family polypteridae sendiri sudah ada sejak periode Cretaceous dan tidak mengalami perubahan setelah 60 juta tahun sehingga dikenal sebagai ikan purba. Ikan ini banyak tersebar di benua Afrika terutama afrika tengah dan barat mulai dari sungai Kongo (Zaire, Kamerun, Angola, Kongo, Burundi, Tanzania), anak sungai, rawa, kolam dan danau termasuk danau Tanganyika. Ornate bichir termasuk golongon bichir yang mempunyai penampilan menarik. Tubuh yang berwarna coklat gelap dengan tutul-tutul hitam dan kuning membuat ikan ini cantik dan mudah dibedakan dari ikan bichir yang lain. Tutul-tutul tersebut selain ada pada tubuhnya juga ada di kepala dan semua siripnya termasuk ekor. Ikan ini juga mempunyai dua mata yang kecil pada sisi kepalanya dan sepasang sungut di atas mulutnya. Ciri khas dari ikan bichir adalah tulang rawan pada sirip punggungnya. Jika pada ikan jenis lain tulang rawan berdekatan dan membentuk satu deretan sirip punggung, tetapi pada bichir tulang rawan tersebut mempunyai jarak sehingga membentuk banyak sirip punggung terpisah yang berderet dari punggung sampai ekor. Jumlah sirip punggung ikan ini berkisar antara 8-11. Selain itu, sirip dada dan anal sangat tebal dan dapat digunakan sebagai kaki sehingga memungkinkan ikan dapat berjalan saat keluar dari air. Secara fisik, bichir mempunyai penampilan mirip ular dan bukannlah perenang handal namun masih cukup cepat saat berburu. Cara mereka memakan mangsa adalah dengan menelannya langsung. Seperti bichir yang lain, ikan ini juga mempunyai sepasang paru-paru primitif yang memberikan kemampuan untuk bertahan di luar air dalam jangka waktu yang pendek. Ornate bichir dapat tumbuh hingga 61 cm (24”) namun di dalam aquarium hanya dapat tumbuh sekitar 18”. Ornate bichir merupakan bersifat karnivora di alam bebas dam membutuhkan makanan yang tepat. Untuk ikan yang masih kecil dan masa pertumbuhan maka makanan yang cocok adalah bloodworm, daphnia dan brineshrimpe. Ikan yang sudah dewasa dapat diberi makanan seperti udang, daging ikan, ikan kecil, anakan ikan, cacing tanah dan beberapa jenis kerang. Ikan ini merupakan pemakan yang rakus walaupun mempunyai perut yang kecil. Masalah bisa timbul karena kerakusannya yakni ikan bisa mati jika memakan makanan yang berukuran besar yang melebihi kuantitas perutnya. Ornate bichir yang telah dirawat di aquarium dapat dibiasakan untuk diberi pellet ikan sebagai makanannya. Untuk pemeliharaan di aquarium, ornate bichir membutuhkan area dasar yang cukup luas. Hal ini disebabkan ikan lebih banyak waktu di dasar air untuk menangkap mangsa. Anakan ikan dapat di rawat dalam tangki berukuran 55 gallon sampai mereka mencapai panjang 12” atau berusia sekitar satu tahun. Saat melebihi usia atau ukuran tersebut, mereka membutuhkan space yang lebih luas sekitar 180 gallon atau berdimensi 72”x24”x24”. Ornate bichir adalah ikan nocturnal namun terkadang mereka juga aktif di siang hari. Dekorasi menggunakan tanaman bukannlah hal yang perlu, cukup area yang luas dengan substrat lembut, serpihan kayu dan bebatuan kecil akan membuat ikan nyaman. Mengingat ikan ini bersifat nocturnal, memberikan tempat bersembunyi baik kayu, batu atau pipa merupakan pilihan yang tepat. Pemberian tutup pada tangki disarankan karena sebagai keluarga bichir ikan ini mudah untuk melarikan diri. Hal ini disebabkan kemampuannya yang dapat bernafas langsung di udara dan bentuk tubuhnya yang silinder membantunya melewati lubang yang ada pada tangki. Kondisi air harus selalu bersih dengan parameter suhu 25-28 0C, pH 6-8 dan kesadahan 5-25 0H. Penggantian air tangki dapat dilakukan sekali dalam seminggu. Sebagai predator, jangan campur ikan-ikan kecil dengan ikan ini karena akan dianggap sebagai mangsa. Ornate bichir merupakan tipe ikan yang menunggu mangsa bukan menyerang mangsa. Disarankan untuk mencampurnya dengan ikan-ikan asli Afrika lainnya seperti African butterflyfish, Cichlid, Bichir lain, Datnoids, Knifefish, Ctenopoma yang cukup besar, Catfish, Characin yang cukup besar dan lainnya. Ukuran tubuh adalah faktor penting dalam pemeliharaan predator walaupun satu spesies karena terkadang ikan bersifat kanibal. Perbedaan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk sirip analnya ketika dewasa. Pada ikan jantan biasanya memiliki sirip anal yang lebih tebal dan lebar dibanding betina. Selain itu, sirip anal jantan juga terlihat lebih gemuk dan padat dibanding betina. Teknik breeding ikan masih sangat jarang dilakukan di tangki, namun jika akan melakukannya dibutuhkan tangki berukuran besar. Ornate bichir bertelur pada musim hujan, jadi atur kondisi temperatur dan kimiawi air untuk menyerupai musim bertelur ikan di alam bebas. Air haruslah bersuhu cukup dingin, pH rendah dan berkesadahan rendah. Ikan ini bertipe “telur menyebar” jadi lebih baik menyediakan tanaman berdaun lebar atau sejenis pengumpul telur. Proses breeding diawali dengan jantan yang akan memburu dan menyentuh betina. Kemudian jantan akan menerima telur dari betina dengan meliukkan sirip anal dan panggulnya di sekitar alat genital betina. Jantan akan membuahi telur tersebut sebelum menyebar telurnya ke vegetasi yang ada. Setelah proses penyebaran telur, induk harus segera dipindahkan karena akan memakan telur mereka sendiri. Telur ikan akan menetas setelah 3-4 hari dan anakan ikan baru bisa berenang tiga hari kemudian. Anakan ikan dapat diberi makan brineshrimpe dan microworm.

Orinoco Peacock Bass (Cichla Orinocensis)

Orinoco Peacock Bass (Cichla Orinocensis) Ikan Hijau Agresif Bermarking Tiga dari Amazon
Orinoco Peacock Bass (Cichla Orinocensis) merupakan ikan family Cichlid yang tersebar mulai dari bantaran sungai Amazon, Rio Negro, Rio Orinoco dan Rio branco. Sungai-sungai tersebut berada di Venezuela, Columbia dan Brazil. Dalam bahasa lokal ikan ini sering dikenal dengan nama Borboleto, Taua dan Pavon. Borboleto sendiri dalam bahasa Portugis berarti “Kupu-kupu”, hal ini banyak membingungkan orang antara spesies ikan ini dengan Butterfly Peacock Bass (Cichla Ocellaris). UICN tidak pernah melakukan investigasi terhadap semua spesies peacock bass, oleh karena itu ikan ini tidak berada dalam daftar merah dan sampai saat ini tidak ada laporan yang mengatakan bahwa ikan dalam kondisi terancam. Orinoco peacock bass termasuk salah satu dari lima belas spesies peacock bass yang telah ditemukan. Seperti halnya ikan peacock bass lainnya, ikan ini mempunyai range warna tubuh dari kuning keemasan sampai hijau keemasan yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Selain itu, bagian bawah tubuh (perut) berwarna kemerahan dan bagian atas tubuh (punggung) berwarna kebiruan. Ciri khas dari Orinoco peacock bass ialah adanya tiga pola yang sangat jelas yang tersusun vertical di kedua sisi tubuhnya. Pola berbentuk cincin dengan bagian dalam berwarna hitam mencolok dan berwarna keperakan pada bagian garis tepinya. Terkadang dalam pola tersebut terdapat pola-pola cincin keemasan yang lebih kecil. Pada bagian kepala (pipi) tidak terdapat marking gelap seperti yang terdapat pada sepupunya Cichla temensis. Orinoco peacock bass beradaptasi dengan lingkungan berarus cepat dengan mengembangkan tubuh yang licin serta sirip dada dan anal yang sangat kuat. Ikan yang mempunyai sinonim nama latin Cichla argus ini merupakan ikan yang terkenal bagi para pemancing, karena ikan ini mempunyai kekuatan yang cukup besar saat menangkap umpan. Ikan dewasa dapat mempunyai panjang tubuh sekitar 60 cm. Rekor ikan yang pernah di dapat mempunyai berat tubuh 6,22 Kg dan terjadi di Venezuela. Akhir-akhir ini, Orinoco peacock bass juga mulai populer sebagai ikan aquarium karena keindahan warna tubuhnya. Masa hidup ikan ini bervariatif yakni sekitar 8-12 tahun. Orinoco peacock bass ditemukan hidup pada berbagai kondisi di habitat aslinya, mereka cenderung mendiami perairan yang dangkal dan berarus sedang. Namun jika melihat kondisi habitat aslinya, ikan ini juga terbiasa dengan perairan berarus cepat. Lokasi yang biasa disukai ikan ini adalah di sekitar garis pantai, kolam atau bendungan dan danau di pinggir laut. Satu hal yang menarik ialah ikan ini biasanya ada bila di perairan tersebut ditemukan Cichla Temensis. Untuk perawatan di aquarium, satu orinoco peacock bass kecil saja membutuhkan tangki yang cukup besar. Satu ikan dewasa setidaknya membutuhkan tangki dengan ukuran 8’x3’x3’. Tangki yang lebih kecil akan membuat ikan kekurangan ruang untuk bergerak dan menyebabkan ikan tidak bertahan lama. Karena ikan membutuhkan banyak ruang, maka set up yang bagus hanyalah dengan memasang sedikit ornamen. Satu batang kayu besar atau tanaman air yang rindang direkomendasikan sebagai ornamen tangki. Ikan ini membutuhkan air berkualitas baik yakni dengan sedikit polutan dan kaya akan kandungan oksigen. Sistem filtrasi baik secara mekanis, kimiawi dan biologi haruslah kuat sehingga menciptakan arus air yang cukup untuk membuat ikan lebih nyaman. Selain itu, filtrasi yang kuat juga bertujuan untuk membersihkan sisa makanan dan kotoran yang ada pada tangki. Setting air pada tangki dengan suhu 27-290C, pH 5,5-6,5 dan kesadahan 5-150H.
Orinoco peacock bass mempunyai karakter yang agresif dan teritorial. Oleh karena itu, sangat lebih baik jika ikan ini dipelihara sendiri dalam tangki. Jika ikan ini dipelihara dengan ikan lain maka ukuran tankmate adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Tankmate haruslah ikan besar seperti cichlid, catfish, stingray dan arowana. Tankmate yang berukuran lebih kecil akan dimakan karena akan dianggap sebagai makanan. Orinoco peacock bass bisa juga dicampur dengan jenis peacock bass lain baik yang satu spesies maupun beda spesies. Orinoco peacock bass bersifat karnivora (predator), di alam bebas dia akan memakan berbagai makanan yang ada di ekosistem mereka. Makanannya cenderung binatang hidup seperti ikan kecil, cacing, crustacea, serangga, kerang (remis) dan amfibi. Untuk pemeliharaan di dalam aquarium, penyediaan makanan harus dikondisikan seperti halnya di alam bebas yakni berupa makanan hidup. Penyediaan makanan hidup haruslah hati-hati mengingat makanan hidup lebih cenderung mudah membawa bibit penyakit. Selain makanan hidup, beberapa makanan komersial juga cocok untuk ikan ini seperti pellet, bloodworm, makanan beku dan lainnya. TAKSONOMI Kingdom Animalia Phylum Chordata Class Actinopterygii Order Perciformes Family Cichlidae genus Cichla Species Cichla orinocensis Teknik pemijahan ikan ini belum banyak diketahui, namun beberapa peternak telah berhasil melakukannya. Ikan jantan diketahui dari ukuran tubuhnya yang lebih besar dan biasanya memiliki punuk. Pasangan induk yang siap dipijah hendaknya dipisahkan pada tangki tersendiri atau kolam.

Kamis, 24 Mei 2012

Ikan Rainbow

Ikan Rainbow merupakan jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena jenis ikan ini juga dapat merupakan komoditi eksport. Ada 2 jenis rainbow yang cukup terkenal yaitu rainbow Irian (Melano Tacnia maccaulochi dan Rainbow Anlanesi ogilby Telmatherina ladigesi ahl Rainbow Irian warna dasarnya keperak-perakan dengan warna gelap metalik sedangkan rainbow Sulawesi warna dasarnya kuning zaitun, dengan warna bagian bawah kuning jenis ikan ini termasuk ikan bertelur dengan menempelkan telur pada tanaman air. Kwalitas air yang diperlukan untuk kehidupan jenis ikan ini yaitu temperatur air 23 - 26 ° C. Ph. air sebaiknya diatas 7. Jenis ikan ini dapt hidup dan berkembang-biak dalam aquarium maupun bak semen. Ikan ini sudah dapat memijah setelah berumur + 7 bulan dalam ukuran 5 - 7 cm. Makanan yang biasa diberikan dalam pemeliharaan ikan ini yaitu kutu air, cacing zambut atau cuk. Supaya ikan dapat tumbuh dengan baik selama pemeliharaan bertelur, air harus klop memenuhi persyaratan dan dilakukan penggantian air + 1 minggu 1 kali.

PEMBENIHAN IKAN ALIGATOR

PEMBENIHAN IKAN ALIGATOR (Atractosteus spatula) PENDAHULUAN Salah satu ikan hias yang sampai saat ini memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan aligator. Ikan tersebut merupakan ikan purba berukuran besar dan tergolong ikan karnivora. Sampai saat ini teknik pengembangbiakannya belum banyak diketahui, baik oleh produsen maupun penggemar ikan hias. Beberapa pembudidaya memang sudah berhasil memijahkan ikan aligator ini melalui teknik kawon suntik, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Ikan aligator banyak diminati baik didalam negeri maupun di luar negeri. Ikan tersebut sekarang banyak digunakan sebagai ikan hias karena warna sisiknya yang indah. MENGENAL SOSOK ALIGATOR LEBIH DEKAT Ikan ini memiliki bentuk tubuh silindris memanjang menyerupai torpedo. Sirip punggung dan sirip dubur aligator terletak pada bagian belakang tubuh pada posisi hampir berlawanan. Mulutnya bermoncong panjang mirip buaya. Oleh karena itu, ikan ini disebut ikan buaya. Ikan yang bergigi tajam ini dilindungi sisik yang berfungsi sebagai perisai. Sisiknya merupakan ganoid berbentuk intan yang saling bertaut. Ikan aligator umumnya berwarna coklat atau kehijauan pada bagian atas tubuhnya. Bagian bawah tubuhnya yaitu didaerah perut berwarna agak terang. Warna daging aligator kemerahan, sedangkan telur berwarna kehitaman. Menurut informasi daging ikan aligator dapat dimakan sedangkan telurnya yang berbentuk bulat sangat beracun bagi manusia, hewan dan unggas air. Ikan aligator jantan memiliki testis sedangkan ikan betina memiliki ovarium. Ikan ini memiliki jantung, hati, ginjal dan saluran pencernaan. Pada ikan betina hati sangat penting untuk pembentukan bakal kuning telur. Ikan aligator agak sukar dibedakan antara jantan dan betina. Perbedaannya akan terlihat bila sudah mencapai kematangan gonad. Ikan tersebur dibedakan berdasarkan pengamatan pada morfologi tubuh. Induk betina perutnya menonjol, lebih lunak, dan besar. Sementara induk jantan biasanya lebih ramping. KEGIATAN PEMBENIHAN 1. Seleksi Induk Sebelum ikan dipijahkan, perlu dilakukan seleksi induk. Badan induk tersebut harus lurus dan gemuk. Biasanya induk ikan aligator yang dapat dipijahkan memiliki bobot tubuh mulai dari 1 Kg. Induk yang berukuran besar akan mengeluarkan lebih banyak telur dibandingkan induk yang berukuran kecil. Selain itu induk yang dipilih harus sehat, tidak cacat, tidak luka, tidak ditempeli parasit dan matang gonad. Induk pun harus lincah serta berwarna cerah dan tidak gelap. Tutup insang induk harus menutup sempurna dan siripnya lengkap. Induk dengan kriteria tersebut umumnya dapat diperoleh dengan teknik pemeliharaan yang baik. 2. Kematangan Gonad Kematangan gonad ikan aligator perlu waktu yang cukup lama dan biasanya dicapai setelah ikan berukuran besar. Kematangan gonad ditandai dengan peningkatan nilai indeks gonadosomatic (IGS), yaitu perbandingan antara bobot gonad dan bobot tubuh yang dinyatakan dalam persen. Menurut informasi, indeks gonadosomatic untuk betina aligator mencapai nilai tertinggi pada musim gugur yang mencapai 9,6 %. Induk betina yang sudah matang gonad, perutnya membesar sampai kearah anus. Induk betina yang sudah siap memijah akan memiliki warna urogenital yang merah (gambar.2). sementara jantan yang sudah mencapai kematangan gonad, biasanya kalau diurut dari bagian dada kearah ujung ekor akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih. Tanda inilah yang dapat digunakan untuk membedakan antara induk jantan dan betina dengan mudah. 3. Proses Pemijahan Ikan Aligator di Indonesia tidak dapat dibiakkan secara alamiah di dalam wadah budidaya. Oleh karena itu, digunakan cara lain melalui pemijahan buatan yang dikenal sebagai kawin rangsang atau kawin suntik (induced breeding). Caranya yaitu melalui penyuntikan hormon ovaprim yang berisi a-LHRH dan antidopamin. Penyuntikan biasanya dilakukan dua kali. Suntikan pertama diberikan sebanyak 30% dari dosis dan suntikan kedua sebanyak 70% dengan dosis sebesar 0,7 ml/kg. Ovulasi dan pemijahan terjadi setelah tujuh jam penyuntikan kedua. Pada saat proses pemijahan akan terdengar suara percikan dan bunyi kepakan sirip di air. 4. Inkubasi Dan Penetasan Inkubasi dan penetasan dilakukan didalam akuarium terpisah. Penetasan telur ikan buaya berlangsung lama. Biasanya telur menetas dalam 6-8 hari setelah pemijahan. Ujung ekor tempak mulai mencuat ke luar pada hari kedua, tetapi penetasan yang sempurna baru terjadi pada 6-7 hari setelah penetasan. Selanjutnya telur yang telah menjadi larva menghabiskan kuning telur selama seminggu. Setelah itu larva mulai memakan pakan yang berasal dari luar tubuhnya. Setelah menetas, larva menempel ketanaman air dengan alat seperti cakram pada ujung moncongnya sampai berukuran panjang tiga perempat inci. organ tersebut kemudian menghilang ketika ikan tumbuh dewasa. Untuk mengurangi terjadinya serangan jamur, penetasan dilakukan pada kepadatan rendah. Untuk dua substrat yang penuh berisi telur dapat digunakan sebuah akuarium bervolume 100 liter. Untuk menekan petumbuhan jamur yang menyerang telur (Saprolegnia) ke dalam air media penetasan dapat ditambahkan biru metilen (methylene blue) sebanyak 2 ppm. Pergantian air tidak perlu dilakukan selama penetasan karena kepadatannya rendah. Ikan aligator merupakan ikan yang berkembang biak dengan cara substrat spawner (peletak telur di substrat) dimana telur ikan aligator menempel pada rerumputan atau juga dapat dibuat tali rafia yang dipotong sepanjang 30 cm yang salah satu ujungnya diikat hingga menyatu. 5. Perawatan Larva Setelah embrio menetas seluruhnya menjadi larva, dilakukan pergantian air. Pada saat telur baru menetas larva ikan aligator masih memiliki kunig telur yang cukup besar. Kunig telur ini berperan sebagai cadangan makanan. Walaupun ikan aligator yang berukuran besar memiliki alat pernafasan tambahan, tetapi pada ukuran larva sampai ukuran 3 inci belum berkembang sempurna sehingga masih sangat tergantung pada oksigen yang tersedia di dalam air. Pemberian artemia dilakukan sampai larva berumur seminggu. Larva ikan alligator berukuran besar sehingga harus diberi kutu air (Daphnia) dan larva ikan lainnya. Larva ikan yang dapat diberikan berupa larva ikan mas. Meskipun ikan aligator tergolong ikan yang tahan terhadap lingkungan yang buruk, pergantian air tetap harus dilakukan. Menurut data (Muhammad Zairin, 2004) tingkat kelangsungan hidup larva masih rendah yaitu sebesar 50%.

Ikan Belida

Ikan ini sering dipanggil juga dengan nama belida,termasuk ikan non pendamai dan ganas.Namun kibaran ekornya yang seperti bendera membuat ikan ini diminati oleh hobiis.Silahkan lihat artikelnya!!! - Varietas,Jenis,dan kelainan. 1.Clown Knife fish 2.Royal Clown Knife fish 3.Platinum Clown knife fish( Kelainan ) Royal Clown Knife fish:
gin : Clown knife fish ditemukan di daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia sendiri. Scientific classification: Kingdom :Animalia Phylum :Chordata Class :Actinopteryegii Order :Osteoglossiformes Family :Notopteridae Genus :Chitala Species :Chitala Chitala Aquarium: Ukuran aquariumnya harus cukup besar karena ikan ini akti bergerak,ornamennya dapat berupa Kayu dan akar kayu maupun tanaman pastikan tanaman dapat menancap atau diikat di kayu dengan kuat.Minimal aquariumnya ( PxLxT)100cm x 60cm x 45cm. Gravel: Jika tidak ingin menaruh tanaman sebaiknya memakai gravel batu-batuan yang telah tersedia di berbagai toko ikan hias,dan apabila tetap ingin memakai tanman sebaiknya mengikatnya di Kayu-kayu di dalam aquarium( bila ada ). Food: Makanan dapat berupa :ikan mas kecil,jangkrik dan makanan lainnya,dan beberapa udang. Tankmates: Ikan ini biasa menjadi tankmates Asian Arowana dan dapat di gabung dengan ikan-ikan yang ukurannya seimbang.Jangan di gabung dengan ikan pendamai karena dia akan mulai mengigiti sirip ikan walaupun ukuran berbeda jauh. Penyakit: 1.White Spot. Penyebab :Ich,dan air aquarium yang tak terjaga sumbernya. Pencegahan:Menggunakan air yang bagus seperti air ledeng yang bebas parasit,menggunakan sinar ultraviolet. Penyembuhan :Paling cepat diatasi dengan methlyn Biru. Penyakit lainnya akan ditambahkan secepatnya!!! Pengalaman Sendiri( Admin ): Pengalaman saya sendiri tentang ikan ini,di aquarium saya ikan ini termasuk ikan yang aktif berkeliling aquarium,namun dia agak mundur( takut )setelah bertemu dengan gars dan Arowana.Tapi dia juga suka mengusili ikan-ikan kecil seperti silver dollar di tank saya ini.Termasuk ikan ganas saat mengejar mangsa seperti ikan-ikan kecil,dengan langsung memasukan seluruh badan mangsa ke mulutnya. Salam.......

Silver Dollar

Silver Dollar (Metynnis schreltmuellerl) Ikan silver dollar merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi bukan hanya sebagai komoditi lokal, tetapi juga merupakan komoditi ekspor, sehingga ikan ini mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai ikan komersial. Permasalahan yang timbul dalam pengembangan ikan ini diantaranya adalah penyediaan benih masih sulit. Salah satu penyebab sulitnya penyediaan benih ini adalah masih sulitnya ikan ini dipijahkan dalam wadah budidaya, derajat penetasan dan kelangsungan hidup larva rendah. Salah satu cara yang telah dilakukan untuk menanggulangi permasalah tersebut adalah pemijahan secra buatan dengan rangsangan hormonal. Cara tersebut akan diterangkan secara detail pada pembahasan berikut. Deskripsi Ikan Silver Dollar Ikan silver merupakan ikan introduksi yang didatangkan dari sungai amazon, amerika Selatan. Ikan ini termasuk kedalam famili Characidae. Bentuk badannya pipih dan panjangnya dapat mencapai 15 cm. Warna badan dan perutnya perak mengkilap dan agak keabu-abuan pada bagian punggungnya. Jenis kelamin ikan ini relatif mudah dibedakan setelah dewasa dengan melihat sirip analnya. Sirip anal ikan silver dollar betina agak meruncing dibagian depannya dan berwarna jingga cerah atau merah menyolok bila telah matang gonad. Sedangkan ikan jantannya memiliki sirip anal yang bundar dibagian depannya dan berwarna jingga jika telah matang gonad, tetapi warna ini kurang mencolok dibandingkan dengan betinanya. Ikan ini termasuk herbivora, memakan daun-dauanan seperti selada air dan tanaman air lainnya yang berdaun lunak. Ikan silver dollar sudah dapat dipijahkan pada pH air 6.8-7.0 dengan suhu air 26-30 oC. Pemeliharaan Induk Pemijahan induk silver dollar jantan dan betina dilakukan secara terpisah dalam akuarium kaca yang berukuran cm yang ditempatkan pada ruangan tertutup. Pemeliharaan secara terpisah ini dimaksudkan agar ikan dapat matang gonad serentak dan tidak terjadi pemijahan liar yang tidak dikehendaki. Akuarium tempat pemeliharaan induk diisi air setinggi 35 cm serta diberi aerasi. Dalam satua kuarium dimasukkan sekitar 10 ekor induk. Untuk menjaga kualitas air pemeliharaan induk dilakukan pergantian air dua hari sekali sebanyak ¼ bagian atau tergantung kebutuhan. Pemberian makanan kepada induk dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari berupa larva Chironomus (chu merah) beku atau segar, atau cacing rambut yang diselingi dengan memberikan selada air. Induk ikan dipelihara hingga matang gonad atau siap dipijahkan.
Induk ikan silver dollar yang matang gonad dapat dilihat dari penampakan tepi sirip ekor yang berwarna merah tua kehitaman, operkulum (tutup insang) berwarna kemerahan, dan pada badan tepat dibelakang tutup insang terdapat dua bintik hitam. Bila induk betina kelihatan perutnya yang membesar (gendut). Pemijahan ikan silver dollar dapat dilakukan secara alami, akan tetapi waktu terjadinya pemijahan tidak dapat diprediksi dengan baik sehingga relatif sulit untuk menentukan target produksi benih. Oleh karena itu, pemijahan ikan silver dollar ini perlu dilakukan dengan rangsangan hormon. Seperti pada pemijahan dengan rangsangan hormonal yang dijelaskan sebelumnya, induk-induk silver dollar yang akan disuntik ditimbang dahulu untuk mengetahui beratnya dan kemudian menentukan banyaknya hormon yang harus disuntikkan. Hormon yang umum dipakai untuk merangsang pemijahan ikan silver dollar adalah ovaprim. Penggunaan ekstrak kelenjar hipofisa ikan mas untuk menyuntik ikan silver dollar jarang dipakai, karena ukuran ini relatif kecil sehingga sulit menentukan dosis yang diberikan. Dosis yang diberikan pada ikan silver dollar dengan menggunakan ovaprim yakni memakai dosis 0,7 ml/ kg bobot ikan. Penimbangan ikan diperlukan untuk mengetahui dosis yang digunakan. Untuk bobot yang berbeda dapat menggunakan sistem konversi berdasarkan dosis yang ada. Untuk mengurangi stres, sebelum dilakukan penyuntikan, sebaiknya ikan dibius terlebih dahulu dengan menggunakan MS-222 dengan konsentrasi sekitar 100 mg perliter air. Setelah ikan dibius, diangkat dan kemudian diletakkan diatas gabus busa tebal. Dengan hati-hati ikan disuntik dibagian daging pungggung yang paling tebal. Diusahakan menggunakan jarum suntik yang paling kecil. Setelah penyuntikan selesai, ikan dikembalikan lagi ke wadah pemijahan. Wadah pemijahan dapat berupa akuarium dengan ukuran cm atau bak beton yang diisi air sedalam 25 cm dan diberi tanaman air Hydrilla. Kedalam setiap wadah dimasukkan sepasang induk jantan dan betina. Air dalam wadah pwmijahan dinaikkan tingginya menjadi 35 cm setelah dilakukan penyuntikan kedua. Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva/Benih Setelah ikan memijah, ditandai dengan banyaknya telur yang tersebar didasar wadah pemijahan, kedua induk ikan diangkat dan dipindahkan kewadah pemeliharaan induk semula. Tanaman Hydrilla dalam akuarium juga diambil dan dibuang. Dan untuk mencegah serangan penyakit, kedalam wadah pemeliharaan induk yang selesai memijah ditambahkan 1-2 sendok garam dapur dan Methylene Blue 1 mg/l. Telur-telur didalam wadah pemijahan dapat dibiarkan menetas diwadah tersebut, tetapi dapat juga dipindahkan atau disatukan kedalam wadah khusus untuk penetasan telur. Cara memindahkan telur harus dilakukan secara hati-hati agar telur tidak rusak. Pengambilan telur dari wadah pemijahan dapat dilakukan dengan menyiponya dengan selang dan telur yang keluar ditampung di baskon, kemudian telur-telur tersebut dimasukkan ke wadah penetasan. Kualitas air penetasan tetap dijaga dengan cara mengganti airnya sebanyak 30% setiap hari. Bila telur-telur sudah menetas (sekitar 50-70 jam setelah pemijahan) dilakukan penyiponan terhadap telur-telur yang tidak berhasil menetas untuk menjaga kualitas air tetap baik. Pemberian pakan kepada larva dilakukan setelah larva berumur 4 hari. Pakan yang diberikan ke larva berupa nauplii Artemia yang baru menetas. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, pagi, siang dan sore hari. Setelahg benih agak besar, pakan yang diberikan berupa cacing rambut atau kutu air sampai ikan akan dijual. Selama pendederan ikan dapat dilakukan penjarangan kepadatan agar pertumbuhannya tidak terhambat. Pendederan ikan dilakukan di wadah yang lebih besar seperti akuarium berukuran cm atau bak beton cm.

Elephant Nose

Elephant Nose
TENTANG Berbeda dengan Elephant "Long" Nose, Elephant "Double" Nose mempunyai perpanjangan dari bibir bagian bawah yang menyerupai belalai yang lebih pendek, dan bibir bagian atas memanjang, seakan-akan kita melihat ikan ini mempunyai dua belalai. Belalai ini digunakan baginya untuk mendeteksi makanan, dimana biasanya ikan ini akan mencari makanannya dengan mengorek bagian dasar aquarium. Oleh karena itu pada habitat nya, dalam aquarium harus diberikan pasir pada dasarnya, dan usahakan pasir tersebut tidak berbentuk segi yang tajam karena akan melukai belalai mereka. Elephant Nose ini menyukai tempat / habitat yang natural dengan beberapa tempat untuk nya dapat bersembunyi. Air yang digunakan sebaiknya air yang sudah diendapkan. Ikan ini biasanya sulit untuk menerima makanan buatan, mereka menyukai makanan hidup seperti cacing tubifex maupun cacing darah, bisa juga diberikan cacing beku. Elephant Nose merupakan ikan pendamai yang dapat dicampur dengan ikan lain dalam suatu akuarium komunitas, tetapi perlu diperhatikan ikan ini akan agresif terhadap jenisnya sendiri (individual / teritori). Panjang Jantan : 40 cm panjang Betina : 40cm Suhu : 23 - 28 C pH : 6,0 - 7,5 Hardness : 7 Family : Mormyridae Peredaran : Afrika Tengah dan Barat, Nigeria,

Ikan Palmas

Palmas, merupakan salah satu jenis ikan purba/jurasic fish. Ikan ini dapat hidup diperairan dangkal, bahkan adang kering. Mempunyai kemampuan beradaptasi pada air dengan kandungan oksigen rendah. Ikan ini mampu mengambil udara langsung. Cara pemeliharaannya cukupmudah, diberikan pakan ikan hidup(mas, cere/guppy), cacing bahkan pelet/makanan kering. Jenis yang dapat kita temui di Indonesia atara lain : Polypterus Delhezy, PolypterusPalmas, Polypterus Ornatipinis, P. Retropinis, P.Weeksy. Ikan ini memerlukan aquarium/tempat pemeliharaan yang cukup besar, jika kita ingin memeliharanyalebih dari 1 ekor, karena ikan jenis ini cukup agresif terhadap sesamanya. Dalam pemelihara di aquarium sebaiknya diberikan kayu atau batu-batuan untuk tempat persembunyiaannya. Dan juga gemar meloncat ke permukaan air. Jadi sebaiknya aquarium diberi penutup. Keasaman air relatif normal antar 7-8. Kesadahan juga normal. Pembiakan ikan ini lebih banyak dengan cara kawin suntik. Sekian yang saya ketahui,mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Ikan Piranha

Piranha
kan ini terkenal sangat ganas - agresif dan pemakan daging. Banyak terdapat di sepanjang batang Sungai Amazone. Kebanyakan mengalir dalam batang sungai itu di sepanjang daerah Brazilia dan Venezuela. Banyak jenisnya. Yang paling agresif ialah yangberukuran sedang. Rata-rata beratnya antara 600 sampai 700 gram. Ada juga yang satu kg - tetapi jarang. Bahkan ada yang besar dan beratnya sampai 5 kg. Tetapi yang paling terkenal ganas dan agresifnya adalah yang berbadan sedang - antara 600 sampai 700 gram itu. Ikan piranha,lainnya dari ikan jenis lain - memiliki gigi runcing dan tajam - ada kemiripan dengan gigi ikan hiu - cucut. Badan bagian bawahnya - sepanjang perutnya - berwarna merah dan ada yang berjenis bermata-merah. Ikan piranha ini yang termasuk jenis agresif dan ganas ini biasanya bergerombolan - banyak - dan apabila sudah mendapatkan mangsa - semakin banyak berkumpul - tampak seperti gumpalan ikan sarden atau ikan teri - menghitam. Apa saja disambar dan secepat kilat diterkamnya. Pada tahun 1930-an ada beberapa rombongan ekspedisi yang sengaja menyelidki tingkah-laku ikan piranha ini. Dalam percobaan - mereka menjatuhkan seekor kambing yang sengaja sedikit dilukai buat memancing bau dan warna darah bagi piranha. Dan segera ratusan piranha menerkam dan merobek-robek daging kambing itu. Tak sampai satu jam - kambing tersebut hanya tinggal kerangka tulangnya saja!Ada lagi rombongan sapi yang menyeberangi sungai - kali yang tak berapa lebar - lalu ada seekor sapi yang terluka kakinya. Dan darah sapi tersebut memancing bau yang sangat diincar oleh piranha. Dan piranha yang sangat ganas itu bagaikan gelombang yang sangat ribut - berkecipak - lompat-melompat merobek daging sapi itu. Dan dalam beberapa puluh menit saja - seekor sapi yang besar itu segera menjadi kerangka tulang yang dagingnya sudah hilang semua! Sebaliknya penduduk Indian yang berdiam sepanjang batang sungai Amazone baik yang di Brazilia maupun yang di Venezuela - sering menangkap piranha ini - atau sengaja memancing atau menombak dan memburu piranha. Apabila ada ikan piranha terkena pukat atau jala atau mata pancing - segera piranha itu diketok- dipukul kepalanya agar segera mati. Sebab piranha sangat berbahaya. Sedangkan ikan lainnya tidak diperlalukan begitu. Hanya khusus bagi ikan piranha yang ganas dan buas itu. Biasanya pabila ada rombongan atau gerombolan piranha yang menyemut banyaknya - nelayan sepanjang sungai Amazone itu menghindarinya. Lebih baik tidak "mengadakan kontak" dengan para pengganas dan perompak-daging itu. Ikan piranha terkenal ikan yang enak dagingnya. Ikan yang banyak tulangnya termasuk piranha ini - adalah termasuk yang enak dan lezat dagingnya. Masakan cara orang Indian agar enak dan sesuai dengan jenis ikan ini - adalah digoreng dengan campuran mentega dan anggur putih - begitu katanya. Ini bagi masarakat yang sudah masuk menu restoran. Bagi rakyat biasa sih cukup dipanggang biasa saja.Beberapa negara melarang mengimpor dan memasukkan ikan ini,- termasuk Indonesia. Sebab ikan piranha ini termasuk ikan perusak dan pemakan ikan lainnya - ganas dan buas. Bentuk - perawakan piranha tidaklah sebagus ikan hias lainnya. Tetapi piranha bentuknya anggun - gagah - kukuh. Sedikit seperti ikan bawal atau ikan dorade atau ikan bulat. Belum apa-apa giginya dulu yang tampak - runcing dan tajam - cukup mengerikan kalau kita tahu bahwa itulah piranha yang ganas dan buas itu,-