Rabu, 16 Mei 2012

IKAN TIGER KEMBANG

Trigger Kembang Ikan apik bernama latin Balistoides conspicillum ini, dinegara kita (Indonesia) dikenal sebagai Triger Kembang, karenca pola dan corak warnanya mirip dengan corak dan warna sekuntum bunga (kembang). Sedangkan orang barat lebih suka menyebutnya sebagai Clown Triggerfish, atau sebagai Big Spotted Trigger. kelihatannya, bahwa hampir semua penamaannya menfokuskanpada pola tubuhnya yang aduhai. Beberapa hobiis bahkan tidak ragu-ragu menyebut ikan ini sebagai ikan yang spektakuler.
Trigger Kembang memang memikili corak yang spektakular. Tubuhnya, mulai dari bagian perut hingga menyebar hampir keseluruh tubuh, di penuhi oleh pola-pola bulatan putih besar dengan Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan coba-coba memakan daging ikan ini. Daging mereka diketahui beracun dan dapat menyerang jaringan saraf perut dengan akibat berupa kekejangan pada seluruh otot tubuh. Oleh karena itu cukuplah anda memelihara dan menikmati keindahannya. Apabila karena suatu dan lain hal mereka mati, segeralah dikubur ditempat yang aman.
dasar hitam. Sedangkan dipunggungnya dijumpai bercak-bercak (loreng) hitam dengan dasar kuning yang kelihatannya memiliki batas tegas dengan pola dasar umum ikan tersebut. Mulut berwarna kuning menyala, dan dibatasi dengan garis vertikal hitam dan putih sebelum akhirnya menyatu dengan warna latar belakang. Sebuah “coretan” kuning atau putih kelihatannya “menggaris bawah” matanya yang tajam. Selain itu itu ekornya “diwarnai” dengan garis hitam dan putih veritkal dengan lebar garis yang proporsional, Dibagian akhir ekor masih dijumai ulasan “kuas” tipis warna putih atau kuning, yang apabila sedang berkembang penuh, kelihatannya menunjukkan pesona kecantikannya secara penuh. Sedangkan di pangkal ekornya terdapat “gambar” lain dengan corak yang berbeda. Secara keseluruhan ikan ini kelihatannya bak sebuah kanvas hidup, yang manyajikan mahakarya yang luarbiasa. Trigger Kembang dapat dijumpai tersebar mulai dari Afrika Barat hingga Durban, dari Afrika Selatan, ke Indonesia terus ke Samoa, Jepang, sampai ke Kaledonea Baru. Ikan hidup dia perairan yang berhubungan dengan terumbu karang pada kedalaman 1 – 75 meter. Sedangkan dalam akuarium, jarang yang bisa mencapai panjang 50 cm. Trigger Kembang termasuk ikan yang mudah dipelihara. Sebagai predator, sebaiknya Trigger Kembang tidak dicampur dengan ikan lain yang berukuran lebih, kecil. Jangan pula dicampur dengan invertabrata laut. Mereka memiliki mulut seperti paruh yang kuat, sehingga bisa mengisengi apa saja yang ada disekitarnya. Beri ruangan untuk berenang yang cukup luas, dan lengkapi dengan beberapa tempat persembunyian. Ukuran akuarium yang direkomendasikan, minimum adalah 100 galon. Dalam akuarium, Trigger Kembang dapat menerima semua jenis pakan hidup.. Mereka pun dapat menerima pakan beku dan juga flake. Mereka sangat suka bila diberi cumi-cumi, udang, kerang, dan potongan-potongan daging ikan. Trigger Kembang, boleh dikatakan, tidak memerlukan syarat-syarat khsus untuk kehidupannya. Mereka tidak memerlukan pencahayaan khusus, tidak pula memerlukan arus yang spesifik. Selain itu mereka tidak mempunyai zone renang yang khusus. Meskipun demikian sarankanuntuk memeliharanya pada kisaran salinitas 1.023 – 1.027 dan selang suhu 24 - 26 °C. Apabila mereka dipelihara dalam kondisi lingkungan yang baik, biasanya mereka dapat hidup lama dan sangat aktif. Sampai saat ini belum ada laporan yang menyatakan bahwa mereka bisa dipijahkan dalam akuarium. Oleh karena itu, sangat berpeluang besar, mereka masih harus ditangkap langsung dari laut. kelihatannya, bahwa hampir semua penamaannya menfokuskanpada pola tubuhnya yang aduhai. Beberapa hobiis bahkan tidak ragu-ragu menyebut ikan ini sebagai ikan yang spektakuler. Trigger Kembang memang memikili corak yang spektakular. Sedangkan dipunggungnya dijumpai bercak-bercak (loreng) hitam dengan dasar kuning yang kelihatannya memiliki batas tegas dengan pola dasar umum ikan tersebut. Mulut berwarna kuning menyala, dan dibatasi dengan garis vertikal hitam dan putih sebelum akhirnya menyatu dengan warna latar belakang. Sedangkan di pangkal ekornya terdapat “gambar” lain dengan corak yang berbeda. Secara keseluruhan ikan ini kelihatannya bak sebuah kanvas hidup, yang manyajikan mahakarya yang luarbiasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar